Selamat Datang di Blognya Bambang Alisanto "Math Edutainment"... Lets Fun to learn Mathematic
Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Wednesday, 3 February 2021

Lingkaran

Lingkaran merupakan satu di antara sekian jenis bangun datar dua dimensi. Lingkaran terdiri dari kumpulan titik-titik yang membentuk sebuah lengkungan, serta mempunyai panjang yang sama terhadap titik pusat lingkaran itu sendiri. Bentuk lingkaran dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contohnya seperti roda pada kendaraan, jam dinding, atau bola.

A. Mengenal Unsur-unsur yang Terdapat Pada Lingkaran

Perhatikan gambar lingkaran di bawah ini:

Unsur-unsur lingkaran. Foto: Brainly


Walau terlihat tak memiliki sudut, lingkaran punya beberapa unsur, antara lain sebagai berikut:

  • Titik pusat lingkaran adalah garis pusat yang berada tepat di tengah-tengah lingkaran
  • Jari-jari lingkaran adalah sebuah garis yang menghubungkan antar titik pusat dengan titik lengkung pada keliling lingkaran. Jari-jari lingkaran disimbolkan r dalam rumus
  • Diameter lingkaran adalah sebuah garis panjang lurus yang menghubungkan antara dua titik pada keliling lingkaran yang melewati titik pusat lingkaran. Diameter ini biasa disimbolkan dengan d atau D
  • Tali busur lingkaran adalah garis lurus yang menghubungkan dua titik pada keliling lingkaran, namun tidak melalui titik pusat lingkaran. Hal ini sedikit berbeda dengan diameter yang garisnya melalui titik pusat
  • Juring lingkaran adalah luas daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh dua garis jari-jari dan dibatasi oleh sebuah busur lingkaran. Letaknya berada di antara dua buah jari-jari tersebut. Terdapat dua juring lingkaran, yaitu juring kecil dan juring besar.
  • Tembereng lingkaran adalah luas daerah yang berada di dalam lingkaran yang dibatasi oleh busur lingkaran dan tali busur lingkaran
  • Apotema lingkaran adalah jarak terpendek antara tali busur dengan titik pusat lingkaran. Garis apotema umumnya berada tegak lurus dengan tali busur
  • Busur lingkaran adalah garis lengkung yang merupakan bagian dari keliling lingkaran. Terdapat dua jenis busur lingkaran, yaitu busur besar dan busur kecil. Busur besar memiliki panjang yang lebih dari setengah lingkaran, sedangkan panjang busur kecil kurang dari setengah lingkaran.
  • Sudut pusat lingkaran adalah sebuah sudut yang terbentuk dari perpotongan antara dua buah jari-jari yang ada di titik pusat lingkaran
  • Sudut keliling lingkaran adalah sebuah sudut yang terbentuk karena pertemuan antara dua tali busur dengan satu titik pada keliling lingkaran.
    Dalam ilmu matematika, terdapat rumus yang digunakan untuk menghitung luas atau keliling lingkaran. Berikut rumusnya: Luas lingkaran : π x r2Keliling lingkaran : π x d atau 2x π x r Keterangan: π = phi = 3,14 atau 22/7 d = diameter (2 kali jari-jari) r = jari-jari lingkaran

B. Sudut Pusat dan Sudut Keliling

Pengertian

Sudut pusat adalah sebuah sudut dengan derajat tertentu yang dibentuk oleh dua buah jari-jari yang menghadap pada sebuah busur lingkaran. 

Sudut keliling adalah sudut pada lingkaran yang dibentuk oleh dua buah tali busur. 

Jadi, perbedaan utama dari sudut pusat dan sudut keliling adalah elemen pembentuknya, sudut pusat dibentuk oleh dua buah jari-jari dan sudut keliling dibentuk oleh dua buah tali busur. Untuk lebih tahu perbedaan keduanya silahkan sobat amati gambar di bawah ini:

Sudut AOB = Sudut Pusat    Sudut FDE = Sudut Keliling

Hubungan Sudut pusat dan Sudut Keliling
Sudut pusat dan sudut lingkaran yang memenuhi kriteria tertentu bisa memiliki hubungan, hubungan apa yang bisa terjadi?

”Jika ada sudut pusat lingkaran dan sudut keliling lingkaran yang menghadap pada tali busur lingkaran yang sama maka, besarnya sudut pusat sama dengan dua kali besar sudut keliling lingkaran."

Sifat-sifat sudut pusat dan sudut keliling (silakan salin dari LKS Hal.16)

Selamat belajar ya Gengz

Sunday, 17 January 2021

Teorema Pythagoras

Teorema Pythagoras adalah suatu aturan matematika yang dapat digunakan untuk menentukan panjang salah satu sisi dari sebuah segitiga siku-siku. 

Teorema ini hanya berlaku untuk segitiga siku-siku, tidak bisa digunakan untuk menentukan sisi dari sebuah segitiga lain yang tidak berbentuk siku-siku.

Perhatikan komponen segi tiga siku-siku berikut:
Pada gambar diatas dapat kita lihat sisi miring (c) terletak tepat di depan siku-siku dari sebuah segitiga, sisi miring berhadapan langsung dengan sudut siku-siku dari segi tiga tersebut.
Untuk sisi tegak (a) dan alas (b) boleh tertukar.

Teorema Phytagoras
"Kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi lainnya"
atau dapat dirumuskan: 
SM = Sisi Miring
SA = Sisi Alas
ST = Sisi Tegak
Contoh:
Diketahui segitiga ABC siku-siku di titik B dengan AB=6 cm dan BC=8 cm. Hitunglah panjang AC!
Penyelesaian:
Dengan menggunakan teorema pythagoras, berlaku:
Cukup mudah ya... teorema pythagoras...

PERCOBAAN
Hanya untuk kalian yang penasaran, silakan lakukan percobaan ringan berikut ini. 
Buatlah 5 buah segitiga siku-siku dengan ukuran yang bervariasi dengan kertas karton, Guntinglah segita tersebut. Ukurlah panjang sisi-sisi setiap segitiga tersebut. Kemudian, ukurlah dan ujilah, apakah panjang sisi setiap segitiga tersebut memenuhi teorema pythagoras! Siapkan cerita kalian dari pengalaman percobaan tersebut.

HAVE a NICE DAY...



Tuesday, 5 April 2016

CONTOH ANALISIS UJIAN SEKOLAH

Berdasarkan Keputusan Menteri Negara PAN Nomor : 83 Tahun 1993 Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Dan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara nomor : 0433/P/1993 dan Nomor : 25 Tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dijelaskan bahwa Guru adalah pejabat fungsional dengan tugas utama mengajar pada jalur pendidikan sekolah yang meliputi TK, Pendidikan Dasar dan Menengah, atau Bimbingan dan Pendidikan Dasar dan Menengah (pasal 2 ayat 1).